FACILITATING AN EXPERIENTIAL LEARNING BASED PROGRAM

FACILITATING AN EXPERIENTIAL LEARNING BASED PROGRAM

IS Plaza 2nd Floor Jakarta | May 27th-28th 2009 | Only Rp.2.200.000,-

 

LATAR BELAKANG :

Sejak kanak-kanak kita belajar melalui perolehan pengetahuan dan keterampilan baik di rumah maupun di sekolah. Orangtua dan guru-guru kita pun mengajarkan nilai-nilai mulia yang membentuk sikap kita. Seiring perjalanan waktu belajar, pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai yang kita miliki terus bertambah hingga pada satu titik saat sudah berusia dewasa, saat masa sekolah sudah selesai, kita merasa sudah cukup belajar dan siap mengimplementasikan semua pelajaran tersebut di dunia kerja.

 

Mungkin karena perkembangan zaman, perkembangan teknologi, atau meningkatnya persaingan tenaga kerja, kita sebagai pekerja sadar bahwa kita perlu terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan misalnya dengan sekolah ke strata yang lebih tinggi, mengikuti training, dll. Namun bagaimana dengan kesadaran akan perlu tidaknya peningkatan (instropeksi, koreksi atau penguatan) akan nilai-nilai yang kita miliki yang membentuk sikap perilaku dan pandangan kita sehari-hari?

 

Ketika masuk usia dewasa, kepribadian kita terbentuk termasuk nilai-nilai yang kita anut yang mengarahkan sikap dan pandangan kita. Nilai-nilai ini bersifat relatif stabil karena sudah ‘terpatri’ dalam diri kita melalui panjang waktu perkembangan kepribadian sejak kanak-kanak. Oleh karena itu meski kita mendapat kesadaran tentang perlunya meningkatkan pengetahuan/wawasan dan keterampilan, seringkali kita tidak merasa perlu untuk mengkoreksi atau introspeksi terhadap nilai-nilai yang kita anut.

 

Akibatnya, setiap kali ada kesempatan -misalnya pada saat kita diberikan training tentang core values perusahaan-, kita memiliki kecenderungan untuk resistant terhadap nilai-nilai baru tersebut apalagi bila nilai-nilai baru tersebut bertolak belakang dengan nilai-nilai yang sudah tertanam dalam diri kita sebelumnya. Oleh karena itu training atau program apapun yang bertujuan untuk mengubah nilai atau sikap seseorang perlu dijalankan dengan pendekatan atau metode tersendiri.

 

Experiential learning merupakan salah satu metode pembelajaran yang memiliki kekuatan dalam mengubah nilai atau sikap seseorang karena hasil utama dari metode ini yaitu pemrolehan insight atau kesadaran mendalam tentang suatu nilai digali secara cermat dan hati-hati melalui proses diskusi dan pemikiran baik secara individual maupun di dalam kelompok secara interaktif dan dalam atmosfir trust yang tinggi. Experiential learning juga merupakan metode belajar yang paling cocok untuk orang dewasa karena proses belajarnya yang bersifat mandiri.

 

SASARAN :

  • memahami prinsip dan metode experiential learning
  • memahami macam- macam tujuan dari experiential learning games/activities
  • mampu mengatur flow belajar dari sesi ke sesi
  • mampu menarik ‘benang merah’ dari proses belajar peserta
  • mampu membuka, membawakan dan menutup program belajar dengan baik

 

TARGET PESERTA :

  • trainer internal perusahaan
  • trainer pemula
  • learning and development
  • praktisi HRD
  • para praktisi yang berminat dengan metode experiential learning

 

 

METODE :

  • Interactive lecture
  • Experiential learning games
  • Diskusi kelompok
  • Latihan delivery program

 


POKOK BAHASAN :

  • Cara belajar orang dewasa
  • Persoalan-persoalan yang bisa dan tidak bisa diselesaikan lewat training
  • Macam-macam aktivitas belajar
  • Mengidentifikasi sasaran belajar : pengetahuan, keterampilan atau sikap?
  • Memilih metode dan bentuk belajar untuk mencapai sasaran belajar
  • Metode experiential learning : facts, findings, feeling, and follow up
  • Prinsip dan teknik presentasi
  • Membuka sesi : sharing reflections dari pengalaman masa lalu
  • Kapan dan bagaimana pendekatan experiential learning memenuhi tujuan training
  • Mental imagination, role-playing, games dan simulasi
  • Macam-macam tools untuk training dan kapan saat menggunakannya
  • Teknik observasi dan pencatatan
  • Menghubungkan fakta dengan tujuan belajar
  • Evaluasi training
  • Latihan membuka, memfasilitasi dan menutup
  • Feedback

 

TRAINER :

Niam Muiz, adalah salah satu founder & master coach dan telah berpengalaman selama 20 tahun dalam memfasilitasi manajemen perubahan di berbagai perusahaan baik nasional maupun multinasional. Memulai karirnya sebagai OD Specialist pada sebuah Consulting Firm lokal sejak mahasiswa dan diterima di Price WaterHouse setelah lulus dari UI. Dalam 10 tahun kemudian beliau juga berkiprah sebagai headhunter senior management ketika bekerja di KPMG Consulting dan Coopers & Lybrand. Pernah dipercaya memimpin sebuah grup dengan lebih dari 47 anak perusahaan dengan posisi terakhir sebagai Chief Operating Officer yang bertanggungjawab atas annual revenue perusahaan sekitar 100 juta US Dollar. Dalam 7 tahun terakhir aktif di berbagai pelatihan & seminar bagi lebih dari 18.000 eksekutif. Ia dikenal sebagai trainer yang sangat tajam dalam memberikan debrief, ditambah keluasan wawasannya pada masalah bisnis & perusahaan.

 

WAKTU :

IS Plaza 2nd Floor Jakarta | May 27th-28th 2009

 

INVESTASI

  • Only Rp.2.200.000,-  for payment before May 20th 2009
  • Discount 10% for 3 participant from same company
  • Includes material, certificate, lunch and snack

TEMPAT :

  • IS Plaza 2nd Floor, Jl. Pramuka Raya Kav.151 Jakarta 13120
Formulir Permintaaan Informasi Lanjutan / Pra-Pendaftaran Public Training
  1. INFORMATION OPTIONS
  2. (required)
  3. (required)
  4. PERSONAL DATA
  5. (required)
  6. (required)
  7. (required)
  8. (valid email required)
  9. (required)
  10. (required)
  11. PRE REGISTRATION DATA (Tidak Mengikat)
  12. (required)
  13. MESSAGE FOR TRAINING PROVIDER
 

cforms contact form by delicious:days

Share and Enjoy: These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • TwitThis
  • Facebook
  • LinkedIn
  • Google Bookmarks
  • Y!GG
  • Digg
  • del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • MySpace
  • Technorati
  • YahooMyWeb
  • YahooBuzz

About the Author:

Post a Comment

Switch to our mobile site