KEBIJAKAN DAN PROSEDUR SDM SEBAGAI ALAT BAKU KETAHANAN PERUSAHAAN

KEBIJAKAN DAN PROSEDUR SDM SEBAGAI ALAT BAKU KETAHANAN PERUSAHAAN

Harris Hotel Tebet / The Park Lane Hotel Casablanca, Jakarta | Kamis, 25-03-2010 – Jum’at, 26-03-2010 | Rp 3.150.000,-

 

Banyak terjadi Perusahaan merasa sangat terpukul, kelimpungan, kebakaran jenggot, khususnya seorang atasan atau pemilik perusahaan ketika ditinggalkan pergi anak buah atau managernya. Mengapa dapat terjadi? Pimpinan perusahaan atau pemilik merasa tidak dapat melaksanakan pekerjaan. Pekerjaan yang ditinggal pergi oleh pemegang jabatan ( operator, manger atau sipapun) menjadi berhenti. Merasa tak ada yang dapat menggantikan. Salah satu sebabnya adalah perusahaan tidak memiliki prosedur yang baku untuk melakukan pekerjaan. Patut diingat untuk hal-hal ”kecil” seperti untuk menggunakan Hand phone, ada manual atau prosedurnya. Untuk mengaktifkan computer ada manual atau prosedurnya. Mengapa untuk menjalankan aktifitas perusahaan (business process) tidak ada manualnya?

Manual adalah hal-hal teknis. Disamping itu ada satu cara agar dapat cepat terjadi recovery/pemulihan atas suatu kedaan adalah bila dimiliki Flow Chartnya. Kembali itu betul masalah teknis ada masalah lain yakni art/seni. Soal masalah seni atau art itu tiap individu memiliki gaya sendiri-sendiri namun yang teknis harus baku. Yang teknis harus memiliki standard. Itu yang diperlukan, Standard Operating Procedure (SOP).

Lebih-lebih lagi kegawatan dapat terjadi karena perusahaan juga tidak memiliki kebijakan dalam setiap langkah yang diperlukan untuk terlaksananya bussiness process di bidang Human Resource. Tidak dimilikinya kebijakan atau policy ini, suasana kerja dapat menjadi kurang nyaman. Tenaga kerja khususnya para pimpinan baik ditingkat lini atau support tidak mengerti apa yang menjadi dasar mereka bertindak. Mereka perlu tahu agar dapat menerapkan/mengimplementasikannya dalam bekerja. Mereka tidak mau disalahkan bila dilakukan Audit. Siapa yang harus membuat? Jawaban yang pasti, Perusahaan. Siapa dia? Pimpinan Perusahaan tentunya. Bagaimana? Mana yang dulu Policy atau Procedure?

 

Sasaran Pelatihan :

  1. Peserta akan mengerti arti pentingnya Kebijakan/Policy dan Prosedur/Procedure dalam Sumber Daya Manusia / Human Resource, yang lazim disebut sebagai Standard Operating Procedure (SOP)
  2. Peserta akan mendapat panduan menyusun Policy dan SOP beserta Flow Chart sebagai langkah strategis menuju Perusahaan ber-ISO
  3. Peserta akan mengetahui titik-titik kritis yang harus dihadapi atau yang dapat terjadi dalam pengelolaan Sumberdaya Manusia (SDM).
  4. Peserta akan mengetahui cara bekerja dan belajar dengan cepat dari Business Process suatu perusahaan untuk kemajuan berkarir
  5. Peserta mendapat Network / jejaring baru yang lebih luas serta mendapatkan Fasilitator yang peduli pasca Loka-Karya.


Who should attend ?
HR Generalist, HR Specialist, Planning Team, Support Team dan mereka yang ingin mengetahui peran fungsi SDM/ Human Resource untuk kemajuan organisasi/perusahaan

 

Outline :

  1. Mengapa Kebijakan/Policy yang bijaksana dan Proedure Standard (SOP) diperlukan
  2. Menterjemahkan Visi dan Misi perusahaan dalam Business Process berupa Kebijakan dan Prosedur Kerja
  3. Menyusun Kebijakan dan SOP (tiga kasus: Recruitment/penarikan tenaga kerja, Training/pelatihan & Development/pengembangan dan
  4. Salary/Penggajian)
  5. Menyusun Flow Chart dari kasus diatas untuk mudah dan cepat belajar
  6. Pembahasan kasus yang dimiliki perusahaan, sebagai Best Practice

 

Course Leader :

SAIFUDIN BACHRUN
Saifudin Bachrun got academic for Chemical Analysis of Department of Industry Republic of Indonesia Bogor. He also graduated from Institute of Industrial Management Department of Industry Republic of Indonesia. He also one of founder of Indonesian Industrial Relation Association.
Mr. Saifudin has more 25 years experience in Personnel Management, Human Resources Department and Industrial Relations area. Working in various positions with multinational companies such as: PT. Amoco Mitsui, PT.MATTEL Indonesia, PT.CABOT Indonesia, PT. Maxus Southeast Sumatra, oil company as Head of HR Planning and Development.
He received many reward from companies such as: Mattell Inc. CEO (Head Quarter at El Segundo, California, USA) on Crisis Management, the Best Cabot Worldwide Employee Role Model from Cabot CEO, Boston, USA.

 

Jadual & Lokasi :
Kamis, 25-03-2010 – Jum’at, 26-03-2010
Harris Hotel Tebet / The Park Lane Hotel Casablanca


Fee/Investasi :

  • Rp 3.150.000,- (Full Fare)
  • Early Bird Rp 3.000.000 untuk pembayaran sebelum tanggal 17 Maret 2010
  • Untuk pendaftaran Group sebesar Rp 5.800.000 untuk pendaftaran  2 orang peserta
  • BONUS ! ! ORGANIZER BOOK


Formulir Permintaaan Informasi Lanjutan / Pra-Pendaftaran Public Training
  1. INFORMATION OPTIONS
  2. (required)
  3. (required)
  4. PERSONAL DATA
  5. (required)
  6. (required)
  7. (required)
  8. (valid email required)
  9. (required)
  10. (required)
  11. PRE REGISTRATION DATA (Tidak Mengikat)
  12. (required)
  13. MESSAGE FOR TRAINING PROVIDER
 

cforms contact form by delicious:days

About the Author:

Post a Comment