Pencegahan dan Penanganan Konflik Tanah dan Sumberdaya Alam di Industri Pertambangan, Perkebunan dan Industri Ekstraktif lainnya

Pencegahan dan Penanganan Konflik Tanah dan Sumberdaya Alam di Industri Pertambangan, Perkebunan dan Industri Ekstraktif lainnya
Dafam fortuna Hotel, Yogyakarta | 10 – 12 February 2015 | IDR 5.800.000
Dafam fortuna Hotel, Yogyakarta | 09 – 11 April 2015 | IDR 5.800.000
Dafam fortuna Hotel, Yogyakarta | 01 – 03 June 2015 | IDR 5.800.000
Dafam fortuna Hotel, Yogyakarta | 07 – 09 July 2015| IDR 5.800.000
Dafam fortuna Hotel, Yogyakarta | 22 – 24 September 2015 | IDR 5.800.000

 

 

DESCRIPTION

Pengelolaan lahan tanah dan sumber daya alam di lingkungan industri ekstraktif berdimensi dualistik yang saling bertentangan. Pada satu sisi, keberadaan industri ekstraktif ini menjadi sumber pendapatan nasional dan pajak serta sebagai pendongkrak tumbuhnya pembangunan lokal di daerah-daerah tujuan investasi industri ekstraktif. Di sisi lain, keberadaan industri ekstraktif ini justru memicu munculnya konflik relasional dan kepentingan antara pemilik perusahaan dengan masyarakat lokal yang bertempat tinggal di lingkungan perusahaan yang bergerak di industri ekstraktif. Disamping persoalan masih banyaknya keberadaan orang miskin di lingkungan perusahaan ekstraktif yang bergelimang rupiah, konflik yang terkait dengan perebutan dan sengketa akses lahan maupun sumberdaya alam lainnya sekarang ini menjadi masalah yang sangat mengemuka dan sangat perlu mendapat perhatian dari kalangan pengusaha yang bergerak di industri ekstraktif dan stakeholders terkait lainnya. Merebaknya berbagai kasus sengketa lahan dan sumberdaya alam yang terjadi di Lampung, Jambi, Samarinda dan Bima hanyalah sebagian kecil kasus yang mengemuka. Potensi konflik yang selama ini terpendam diperkirakan akan begitu mudah meledak dan muncul secara massif ke permukaan.

Beberapa faktor dominan yang menjadi pemicu, pendorong dan penguat konflik-konflik kekerasan yang terkait dengan aspek sumberdaya alam adalah eskploitasi sumberdaya alam non-renewable (oil, gas, minerals, timber dll) dan semakin langkanya sumberdaya dasar bagi penduduk (air dan tanah) yang diperparah dengan tingkat polusi yang semakin tinggi, degradasi lingkungan dan perubahan iklim global. Menurut laporan dari the United Nations Environment Programme, telah lebih dari 60 tahun berjalan bahwa 40% penyebab konflik yang bersifat dalam satu negara (intrastate) adalah konflik yang terkait dengan tanah dan sumberdaya alam lainnya.

Training ini dimaksudkan sebagai bagian dari komitmen untuk memberikan kontribusi pada berbagai upaya penanganan damai secara transformatif atas berbagai konflik tanah dan sumberdaya alam yang terjadi di Indonesia dengan memperkuat kapasitas dari berbagai pihak yang terkait khususnya pihak perusahaan yang bergerak di industri ekstraktif untuk lebih memahami, mengantisipasi, mengelola dan memitigasi dampak potensial dari berbagai konflik tanah dan sumberdaya alam di Indonesia



WHO SHOULD ATTEND

Pimpinan dan Pemilik Perusahaan Tambang/Perkebunan/Ekstraktif lainnya, Konsultan Hukum, Staf dan Manajer bidang Hukum, External Relations, Public Relations, Government Relations, CSR and Community Development, Project/Site Manager, LSM, Tokoh Masyarakat, Polisi, Staf dan Pejabat Pemda dan pihak lainnnya yang terkait.



BENEFIT

Training ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman atas relasi tanah dan sumberdaya alam dengan konflik, dengan rujukan khusus pada dampak konflik tersebut pada aspek politik, sosial ekonomi, dan keamanan masyarakat di lingkungan Industri Ekstraktif. Training ini didesain untuk membekali peserta dengan satu set keahlian didalam memformulasi dan mengimplementasikan tindakan pencegahan konflik yang terkait dengan konflik tanah dan sumberdaya alam lainnya di lingkungan tempat kerjanya.



SUMMARY OUTLINE

  1. Basic introduction and awareness
  2. Understanding Land Conflict and Land Conflict Management
  3. Reviewing and Analysing the Context of Conflict
  4. Dealing with and Proposing Alternative Solution in Land Conflict
  5. Preventing and Minimizing Land Conflict
  6. Transforming and Building Partnership Program in Resolving Land Conflict

 

COURSE METHOD

  1.  Presentation
  2. Discuss
  3. Case Study
  4. Evaluation
  5. Simulation

 

COURSE SPEAKER

Irfan Riza, SE, MSc, MA (CM)
(Certified Mediator and Senior Consultant in Conflict Transformation, CSR based on ISO 26000, Social Audit, Government Relations, Community Building and Development )

 

TIME & VENUE

  • Dafam fortuna Hotel Jl. Dagen 60 Malioboro, Yogyakarta
  • 10 – 12 February 2015
  • 09 – 11 April 2015
  • 01 – 03 June 2015
  • 07 – 09 July 2015
  • 22 – 24 September 2015
  • 03 days (08 am – 04 pm)

 

COURSE FEE

IDR 5.800.000,- Per Participant non residential

 

FACILITY

  1.  Module / Handout Training Konflik Tanah
  2. Certificate
  3. Souvenir
  4. Training Kit

 

Formulir Permintaaan Informasi Lanjutan / Pra-Pendaftaran Public Training
  1. INFORMATION OPTIONS
  2. (required)
  3. (required)
  4. PERSONAL DATA
  5. (required)
  6. (required)
  7. (required)
  8. (valid email required)
  9. (required)
  10. (required)
  11. PRE REGISTRATION DATA (Tidak Mengikat)
  12. (required)
  13. MESSAGE FOR TRAINING PROVIDER
  14. Captcha
 

cforms contact form by delicious:days