CSR: Pemetaan Kebutuhan Stakeholder & Pengukuran Efektifitas – PASTI JALAN

0
688 views

Salah satu tujuan training ini agar peserta dapat menyusun program CSR dan monev berdasarkan hasil analisis pemetaan ISO 26000

Hotel Ibis Malioboro, Yogyakarta | 16 – 18 Desember 2019 | Rp 5.900.000
Hotel Ibis Malioboro, Yogyakarta | 23 – 24 Desember 2019 | Rp 5.900.000
Hotel Ibis Malioboro, Yogyakarta | 30 – 31 Desember 2019 | Rp 5.900.000

Jadwal Training 2019 Selanjutnya …

Hotel 101 Dago, Bandung | 27 – 28 Januari 2020 | fee at proposal – PASTI JALAN

Jadwal Training 2020 Selanjutnya …

 

 

Deskripsi Training

Perencanaan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang komprehensif perlu dilakukan agar program CSR dapat efektif mencapai tujuannya dan sesuai pedoman yang ada. Perencanaan program disusun secara bersama antara pihak perusahaan dengan stakeholder berdasarkan kebutuhan stakeholder dan kondisi sosial ekonomi wilayah yang akan menerima tanggung jawab sosial perusahaan. Langkah awal dalam penyusunan program adalah melakukan pemetaan kebutuhan stakeholder. Hal ini sesuai dengan pedoman ISO 26000 khususnya klausul 5 dan klausul 7, bahwa organisasi perlu mengidentifikasi stakeholder, melibatkan stakeholder mulai dari identifikasi kebutuhan dan harapan stakeholder serta melibatkan stakeholder dalam perencanaan, pelaksanaan, dan monitoring program. Stakeholder (pemangku kepentingan) adalah organisasi atau individual yang mempunyai satu atau beberapa kepentingan dalam setiap keputusan dan kegiatan suatu organisasi. Kepentingan dalam konteks ini adalah kepentingan dari yang paling sederhana yaitu didengar pendapat dan keinginannya sampai pada kepentingan yang berkenaan dengan pembangunan berkelanjutan (sustainable development), misalnya aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.

 

Tujuan Training

Setelah menguikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  • Membekali staff CSR untuk dapat melakukan pemetaan kebutuhan stakeholder dan kondisi sosial ekonomi wilayah yang akan menerima tanggungjawab sosial perusahaan dengan Metaplan dan Metode Value Chain.
  • Membekali staff CSR untuk dapat menyusun program CSR dan monev berdasarkan hasil analisis pemetaan sesuai dengan pedoman perusahaan dan ISO 26000

 

Materi Training CSR

1. Pemetaan Stakeholder

Metode Pemetaan:

Metode yang digunakan untuk pemetaan adalah PRA (Partisipatory Rural Appraisal), dilengkapi dengan aspek keunggulan daya saing dalam lingkup Desa. Metode ini berorientasi pada peningkatan partisipasi masyarakat, pembelajaran serta pemberdayaan masyarakat.

Metode pengumpulan data:

Interview, diskusi, partisipatif, Focus Group Discussion (FGD) dengan memperhatikan prinsip Trianggulasi.

Keluaran:

Keluaran (output) dari pemetaan ini adalah Rencana kegiatan kelompok dan rencana kegiatan masyarakat Desa, Rencana kegiatan ini akan digunakan sebagai rujukan dalam pembuatan RTL (Rencana Tindak Lanjut) berupa kegiatan pelatihan maupun penyuluhan di tingkat Desa.

2. Perencanaan

Dalam ISO 26000, perencanaan program diarahkan pada program-program internal organisasi (perusahaan pemilik CSR) dan program-program eksternal, yaitu program yang diarahkan pada masyarakat atau pemangku kepentingan. Dalam perencanaan program eksternal yang dilakukan adalah:

a. Pembuatan matrik program

Matrik program adalah suatu bentuk rencana program yang disusun dari hasil analisis kesenjangan (gap analysis) berdasarkan hasil pemetaan antara harapan/ekspektasi dan kondisi riil yang ada di masyarakat calon penerima manfaat (benefeseries). Matrik program terdiri dari beberapa kegiatan pengembangan masyarakat yang saling terkait antara kegiatan satu dengan yang lain, rencana kapan kegiatan tersebut akan dilaksanakan, dan siapa saja pendukung kegiatan. Prinsip-prinsip yang digunakan dalam menentukan kegiatan di dalam matrik program, adalah Relevansi, Signifikan, dan memprioritaskan Efeknya.

b. Pembuatan LFA (Logical Framework Approach)

Adalah alat manajemen yang umum dipakai dalam pemantauan desain, dan evaluasi pembangunan internasional proyek.

Tujuan pembuatan logframe :

  • Sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan
  • Mempermudah pelaksanaan monitoring
  • Mempermudah dalam mengukur keberhasilan kegiatan
  • Mempermudah evaluasi

Dalam pembuatan logframe menggunakan prinsip Indikator “SMART”:

  •  Specific àkespesifikan atau kekhasan dari hasil atau perubahan yang ingin dicapai.
  •  Measurable à kebisaan diukur dari perubahan yang ingin dicapai. Kebisaan diukur ini ditentukan oleh tingkat ketersediaan alat ukur untuk mengukur perubahan yang dimaksud.
  •  Achievable à kebisaan dicapai dari perubahan yang ingin dicapai. Apakah perubahan yang diinginkan tersebut bisa dicapai, khususnya jika mengacu kepada keterikatan waktu yang disediakan
  • Relevant à kecocokan perubahan yang diinginkan dengan keinginan para pihak yang diinginkan mengalami perubahan tersebut.
  •  Time bound à keterikatan akan dimensi waktu atau kapan perubahan yang diinginkan akan dicapai.

c. Perencanaan Monitoring & Evaluasi

Tujuan monitoring dan Evaluasi adalah membuat “penilaian” sesistematis dan seobjektif mungkin, mengenai proyek baik ketika masih berlangsung maupun ketika sudah selesai.

Salah satu Metode yang umum adalah pengukuran indikator, indikator dalam monev dapat berupa indikator kuantitatif maupun kualitatif karena tidak semua capaian dapat diukur dengan indikator kuantitatif.

Dalam Monitoring dan Evaluasi perlu menilai :

  • Efisiensi : menilai antara input dan output
  • Relevansi : menilai antara output dan goal
  •  Efektifitas : Menilai antara kegiatan dan outcome
  • Keberlanjutan : menilai antara kegiatan dan goal

Metode yang digunakan :

Focus Croup Discussion (FGD), Observasi, interview, analisis trend (sebelum dan sesudah).

Keluaran dari kegiatan Perencanaan :

  • Matrik Program, yang berisi Rencana Kegiatan Kelompok Masyarakat dan Kegiatan Masyarakat Desa
  • Logframe untuk setiap kegiatan yang telah berisi tentang :
  1. Input
  2. Kegiatan
  3. Output
  4. Outcome
  5. Indikator
  6. Goal/Tujuan akhir

3. Perencanaan Monitoring dan Evalusi masing-masing kegiatan

Yang berisi :

  • Output atau outcome
  • Informasi apa yang dikumpulkan
  • Siapa sumber informasinya
  • Bagaimana metode pengumpulan datanya
  • Frekuensi pengumpulan datanya

Metode Pelatihan

Presentasi , Games, Group Discussion, Case Study,

 

Jadwal Pelatihan 2019

  • Hotel Ibis Malioboro ,Yogjakarta
  • 16 – 18 Desember 2019
  • 23 – 24 Desember 2019
  • 30 – 31 Desember 2019

 

Jadwal Training 2020

  • Hotel Ibis Malioboro, Yogyakarta
  • 6 – 8 Januari 2020
  • 13 – 15 Januari 2020
  • 20 – 22 Januari 2020
  • 27 – 29 Januari 2020
  • 3- 5 Februari 2020
  • 10 – 12 Februari 2020
  • 17 – 19 Februari 2020
  • 26 – 28 Februari 2020
  • 2 – 4 Maret 2020
  • 9 – 11 Maret 2020
  • 16 – 18 Maret 2020
  • 23 – 24 Maret 2020
  • 30 Maret 2020 – 1 April 2020
  • 6 – 8 April 2020
  • 13 – 15 April 2020
  • 20 – 22 April 2020
  • 27 – 29 April 2020
  • 4 – 6 Mei 2020
  • 11 – 13 Mei 2020
  • 2 – 4 Juni 2020
  • 8 – 10 Juni 2020
  • 15 – 17 Juni 2020
  • 22 – 24 Juni 2020
  • 29 Juni 2020 – 1 Juli 2020
  • 6 – 8 Juli 2020
  • 13 – 15 Juli 2020
  • 20 – 22 Juli 2020
  • 27 – 29 Juli 2020
  • 3 – 5 Agustus 2020
  • 10 – 12 Agustus 2020
  • 18 – 19 Agustus 2020
  • 24 – 26 Agustus 2020
  • 31 Agustus 2020 – 2 September 2020
  • 7 – 9 September 2020
  • 14 – 16 September 2020
  • 21 – 23 September 2020
  • 28 – 30 September 2020
  • 5 – 7 Oktober 2020
  • 12 – 14 Oktober 2020
  • 19 – 21 Oktober 2020
  • 26 – 28 Oktober 2020
  • 2 – 4 November 2020
  • 9 – 11 November 2020
  • 16 – 18 November 2020
  • 23 – 25 November 2020
  • 30 November 2020 – 2 Desember 2020
  • 7 – 9 Desember 2020
  • 14 – 16 Desember 2020
  • 21 – 23 Desember 2020
  • 28 – 30 Desember 2020

 

Investasi & Fasilitas

  • Rp 5.900.000 (Non Residential) >>> Investasi 2019
  • Rp 6.900.000 (Non Residential) >>> Investasi 2020
  • Jika Perusahaan/ Instansi mengirimkan lebih dari satu pesertapada judul dan tanggal yang sama maka akan di berikan potongan harga pada peserta kedua dan seterusnya masing – masing sebesar Rp 1.000.000 per peserta.
  • VIP training Rp 7.900.000 >> (2019), VIP training Rp 8.900.000 >> (2020) (4 Hari , Non Residential dengan tambahan Fasilitas Paket studi lapangan/ City tour dan Belum Termasuk Pajak PPn 10%)
  • Quota minimum 2 peserta
  • Fasilitas: Certificate, Training kits, USB, Lunch, Coffe Break, Souvenir
  • Untuk peserta luar kota disediakan transportasi antar-jemput dari Bandara/ Stasiun ke Hotel khusus bagi perusahaan yang mengirimkan minimal 3 orang peserta)

 

Lead Instruktur

DRA. Riyanti,W. Lestari,MM & Team – Konsultan Ahli  CSR dan Community Development

 

Pemetaan Kebutuhan Stakeholder, Penyusunan Program, Monitoring- Evaluasi dan Pengukuran Efektifitas Program Corporate Social Responsibility

Formulir Permintaaan Informasi Lanjutan / Pra-Pendaftaran Public Training
  1. INFORMATION OPTIONS
  2. (required)
  3. (required)
  4. PERSONAL DATA
  5. (required)
  6. (required)
  7. (required)
  8. (valid email required)
  9. (required)
  10. (required)
  11. PRE REGISTRATION DATA (Tidak Mengikat)
  12. (required)
  13. MESSAGE FOR TRAINING PROVIDER
  14. Captcha
 

cforms contact form by delicious:days

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.